6

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pengikisan di Pulau Derawan masih terus terjadi. Sisi komponen timur pulau yang semula cukup luas dan mempunyai pantai sekarang telah menyusut lebih dari 6 meter. Pun, sejumlah aset kampung peninggalan PON Kaltim tahun 2008 lalu bahkan kini lenyap.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Bahri menuturkan,setiap tahun usulan penanganan abrasi pantai Pulau Derawan senantiasa dikenalkan, bagus secara seketika ataupun dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan.

Cuma saja, hingga dengan pengikisan merobohkan sejumlah bangunan resort, usulan cuma konsisten usulan. Tak ada tindaklanjut.

“Setiap masukan dalam Musrenbang sebelumnya, tidak ada satu tiang pun yang terbangun. Kami paham ini semua akibat COVID-19, melainkan kami minta dilema ini patut diseriusi dengan cepat sebelum terlambat,” ungkap Bahri, Rabu 21 April 2021.

Pulau Maratua malahan mengalami hal serupa. Tempat pesisir Kampung Payung-Payung kecamatan Maratua mulai dihajar pengikisan.

Kepala Kampung Payung-Payung, Darmaji menyuarakan, abrasi yang terjadi di wilayahnya juga semakin serius. Walaupun telah terpasang tanggul pemecah ombak, melainkan letaknya belum merata.

Hasilnya, beberapa rumah warga di pinggiran pantai saat ini terancam longsor imbas erosi yang terus terjadi.

“Kecuali sebagian usul prioritas lain. Ini juga sama halnya dengan Derawan, kami mau dilema abrasi bisa teratasi. Seandainya tidak, karenanya rumah warga Payung-Payung yang terancam,”tegasnya.

Dorongan untuk langsung menangani situasi sulit erosi pantai Derawan dan juga pantai Kampung Payung-Payung dikenalkan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Tempat (DPRD) Berau Saga.

Dia menyebut, erosi ini telah terjadi cukup lama dan sudah berulang kali diusulkan. Hanya saja, biaya penanganan yang cukup besar menjadi alasan.

Sebagai salah satu daerah liburan bahari unggulan di Berau, patut pemerintah daerah tak mengizinkan dilema ini berlarut-larut.

“Pelancong datang ke laut berharap merasakan pantai. Lah bila pantainya hilang terus mereka merasakan apa. Apalagi tak seluruh wisatawan dapat menyelam,”ujarnya.

Selain itu, pengikisan juga mengancam eksistensi resort atau kehidupan masyarakat setempat. Khusus Pulau Derawan, aset kampung sudah dan bangunan salah satu resort telah lenyap.

Seandainya terus terjadi, kata ia, abrasi akan hingga ke kawasan pemakaman kampung dan penginapan warga lainnya. Seandainya sudah terjadi, tarif yang dibutuhkan untuk menanganinya akan semakin membengkak.

Oleh sebab itu, lanjutnya, sekiranya anggaran terbatas, penanganan dapat dikerjakan secara berjenjang. Yang terlebih problem ini teratasi.

“Tamasya Derawan dan Maratua itu aset yang tak ternilai. Jangan sampai ini rusak karena kekeliruan daerah dampak lambat menangani,” tutupnya.

For more information regarding Berita Kaltim Samarinda have a look at our site.

Content Published By the SFiProfile

rockydeeter1191
0

Publication author

offline 7 days

rockydeeter1191

0
Comments: 0Publics: 1Registration: 11-06-2021