72

5 Tradisi Kirab dan Makan Bersama untuk Peringati hari Isra Miraj

Jakarta –

Ada banyak tradisi sakral yang dilakukan untuk memperingati hari Isra Miraj. Mulai dari tradisi Ambengan di Magelang hingga Nganggung di Bangka Belitung.

Isra Miraj adalah dua bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dalam satu malam. Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Sementara Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha ditemani Malaikat Jibril. Peristiwa tersebut kemudian banyak diperingati setiap tanggal 27 Rajab.

Di Indonesia, Isra Miraj diperingati dengan berbagai tradisi di masing-masing daerah. Dalam tradisi tersebut dilakukan kirab makanan hingga makan bersama untuk mempererat tali persaudaraan.

Berikut 5 tradisi untuk memperingati hari Isra Miraj:

1. Ambengan di Magelang

5 Tradisi Kirab dan Makan Bersama untuk Peringati hari Isra Miraj5 Tradisi Kirab dan Makan Bersama untuk Peringati hari Isra Miraj Foto: iStock

Daerah Magelang, Jawa Tengah punya tradisi sendiri untuk memperingati hari Isra Miraj. Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan Ambengan yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Dalam tradisi ini, masyarakat ramai-ramai menikmati makanan bersama sambil duduk lesehan. Nasi dengan berbagai lauk disajikan di atas daun pisang. Sementara masyarakat duduk mengelilinginya.

Biasanya dilakukan di masjid atau musholah setelah sholat Maghrib. Makan bersama ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan, karena semua masyarakat berbaur menjadi satu.

Baca Juga : Perjalanan Rasulullah & Malaikat yang Menemani Isra Miraj

2. Rejeban Peksi Buraq di Yogyakarta

5 Tradisi Kirab dan Makan Bersama untuk Peringati hari Isra Miraj5 Tradisi Kirab dan Makan Bersama untuk Peringati hari Isra Miraj Foto: Keraton Jogja id

Lain halnya di Yogyakarta, Jawa Tengah. Kota pelajar ini punya cara memperingati Isra Mira dengan tradisi yang disebut Rejeban Peksi Buraq. Dalam tradisi tersebut masyarakat membuat gunungan.

Gunungannya dibuat dari buah-buahan yang dijadikan sebagai simbol buraq, kendaraan Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Miraj. Gunungan tersebut kemudian di arak oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Gunungan itu diarak menuju Masjid GedeKauman.Nantinya, buah-buahan pada gunungan itu dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Simak Video “Bikin Laper: Ngemil Aneka Dessert Cake yang Enak dan Unik”
[Gambas:Video 20detik]


5 Tradisi Kirab dan Makan Bersama untuk Peringati hari Isra Miraj

More Story on Source:

* Source→ *

0

Publication author

offline 2 weeks

SFi Official

0
Comments: 0Publics: 1370Registration: 11-03-2021